Menabung Masalah

Bang Bing Bung yok kita nabung!
Bang Bing Bung yok jangan dihitung!
Tahu-tahu kita nanti dapat untung!

Masih ingatkah Anda dengan lirik di atas?

Istilah menabung seringkali diidentikkan dengan hal-hal yang baik. Anda mungkin sering mendengar kelakar orang tentang deskripsi umum orang baik, ‘tidak sombong dan rajin menabung’. Dalam konteks yang tepat (harta, pahala), memang menabung memiiki berbagai manfaat, salah satunya adalah agar diri semakin siap menghadapi masa depan yang seringkali tak terduga.

Bagaimana dengan orang yang menabung masalah?

Mungkin terdengar sedikit janggal, namun di antara kita memang ada yang melakukan itu. Sedikit demi sedikit mereka menabung. Lama-lama, ternyata masalah-masalah kecil yang kita tabung semakin menggunung lalu berkolaborasi menjadi monster yang mengerikan dan semakin sulit dihadapi.

Bagaimana bisa seseorang menabung masalah?

Sadar atau tidak banyak orang melakukannya. Teknisnya sangat sederhana; menunda-nunda pekerjaan dan lari dari masalah. Ketika seorang insan melakukan salah satu atau kedua hal itu, pada awalnya akan terasa santai dan aman, namun sesungguhnya dia sedang menabung untuk masalah yang jauh lebih besar daripada yang diduganya. Masalah yang semakin meraksasa akan muncul ketika tabungan tersebut semakin berbunga akibat saldo yang semakin banyak terisi.

Akibatnya sungguh sangat berbahaya bagi dirinya sendiri. Jika diibaratkan, sesungguhnya seorang pahlawan cukup kuat untuk menumpas monster-monster kecil yang ada di hadapannya. Namun pahlawan itu memilih untuk berleha-leha; membiarkan monster itu berkembang lalu beranak pinak sangat banyak sekali. Hingga pada akhirnya sang pahlawan mati konyol dikeroyok oleh sebatalyon monster yang sudah semakin kuat.

Kadang manusia memilih untuk melarikan diri dari masalah yang dihadapinya, untuk mencari keadaan yang lebih aman. Namun dia pun mulai terlena dengan pelariannya. Awalnya hanya diniatkan sejenak, lalu menjadi beberapa saat, beberapa hari, bulan, tahun. Masalah pun tak hilang, malah semakin banyak. Mulailah dia kelimpungan untuk mencari cara mempertanggungjawabkan amanah-amanahnya.

Maka cukuplah dua ayat ini menampar manusia yang sering menabung masalah:

“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (Al Insyirah: 7-8)

Cukuplah pahala dan harta secukupnya saja yang kita tabung. Mari berlindung kepada Allah dari tabungan masalah dan membiasakan diri untuk menyegerakan kebaikan. Bukankah kelegaan itu hadir ketika kita dapat menyelesaikan amanah dengan baik?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *