Makan Bareng Jin? Jangan-jangan Kita Pun Pernah

Ibadah Tips n Trik

Itu bukanlah judul yang main-main. Sungguh. Sangat mungkin pernah terjadi kita botram bareng jin tanpa kita sadari, seperti yang terjadi pada ayah seorang anak ini.

***

Suatu hari yang cerah namun teduh, seorang ayah mengajak anak bungsunya makan di restoran langganan keluarganya. Sang ibu yang dikawal si sulung sedang berkunjung ke rumah orang tuanya. Pembagian tugas ini sudah biasa dilakukan oleh keluarga ini.

Sesampainya di restoran, ayahnya memberikan kesempatan pada putranya yang manis itu untuk memilih makanan yang akan dipesan. Seperti biasa, sang ayah memesan mie aceh seafood dan segelas air putih segar.

“Yah, aku mau makanan seperti yang ayah makan aja!”

Like father like son. Perasaan itulah yang membuncah di hati ayahnya. Dengan senyum, ayah bersahaja itu mengiyakan dan segera memesankan pesanan yang seragam itu.

Sambil menunggu sang ayah pun tak bosan mengajarkan anaknya adab-adab makan, seperti bagaimana berdoa sebelum makan, makan dengan tangan kanan, tak lupa bersyukur setelah makan, dan sebagainya. Anaknya yang berusia tujuh tahun itu tak bosan menyimak penjelasan ayahnya dengan seksama. Hingga tak terasa makanan pun hadir di hadapan.

Hmm, wanginya sungguh menggugah selera.

Sang ayah pun yang memang sedang lapar segera mengambil garpu dan melahap mie aceh yang terhidang di hadapan. Tepat di saat gigitan pertama, si bungsu pun berseru,

“Ayaaah! Jangan makan bareng jin dong!”

Sontak sang ayah kaget hampir tersedak. Pelanggan yang duduk di sekitar pun menoleh. Ayah dan anak itu pun menjadi pusat perhatian.

“Kenapa, De? Kok makan bareng jin?” sang Ayah mulai khawatir anaknya adalah seorang indigo.

“Ayah kan dulu pernah bilang, kalau kita makan gak pake basmalah, itu sama aja kita makan bareng jin! Ayah lupa ya?”

Deg! Tersentaklah sang ayah yang menyadari bahwa anaknya adalah alarmnya. Dengan hampir terisak sang ayah mengusap kepala anaknya lembut sambil lirih berdoa, “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu…”

“Terima kasih ya, De sholeh, sudah mengingatkan ayah. Yuk sama-sama kita basmalah dulu sebelum makan.”

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ekspresi kaget orang-orang di sekitarnya berubah menjadi haru dan penuh simpati.

***

Dari Umayyah bin Makhsiy -yakni salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk, ada seorang laki-laki yang makan dan ia tidak membaca basmalah hingga makanannya hampir habis tinggal satu suapan. Lalu ketika ia memasukkan suapan itu ke mulutnya ia (ingat dan) membaca “Bismillahi awwalahu wa aakhirahu”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas tertawa. Kemudian beliau bersabda: “Syetan masih terus makan bersamanya, tapi ketika ia membaca Basmalah, syetan langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Daud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *