Hikmah Perang Hunain: Kuantitas Bukanlah Jaminan!

Inspirasi

Sahabatku yang baik, perasaan aman mungkin pernah kita alami ketika kita dikaruniai banyak orang-orang yang membersamai kita, atau ketika perusahaan yang kita pimpin memiliki SDM yang banyak. Dengan jumlah seperti itu, kita pun semakin yakin bahwa kesuksesan sudah di depan mata. Namun, apakah memang jumlah dapat memberikan jaminan kejayaan? Tunggu dulu, sampai Anda membaca kisah Rasulullah dan para sahabat ketika perang di Hunain; pasca Fathul Makkah.

Peperangan itu bermula ketika Rasulullah SAW dan para pengikutnya yang berjumlah kurang lebih 12.000 orang prajurit berangkat dari Makkah menuju Hunain pada tanggal 6 Syawal tahun ke-8 Hijriyah. Perlu Anda ketahui bahwa jumlah ini adalah jumlah terbesar pasukan Muslimin dibandingkan berbagai perang yang telah lalu. Melihat kondisi seperti ini ada beberapa sahabat yang berujar “Hari ini, kita pasti menang! Karena jumlah kita yang cukup banyak!” Rasulullah sangat resah ketika mendengar kalimat tersebut.

Ternyata, kaum muslimin belum terlalu menguasai medan, sehingga pasukan kafir yang dipimpin Malik bin Auf sampai terlebih dahulu di Hunain dan sigap bersembunyi di balik lorong-lorong lembah dengan panah yang terarah. Praktis, ketika pasukan Islam menyerang, tiba-tiba turunlah hujan anak panah dari segala penjuru. Hasilnya, pasukan muslimin sempat porak-poranda; masing-masing menyelamatkan dirinya dengan berlarian bercerai berai.

Namun Allah mengaruniakan ketenangan kepada Rasulullah SAW beserta sahabatnya, dan pertolongan-Nya pun muncul dengan nyata. Pasukan kaum muslimin yang sempat terpukul mundur, lalu maju kembali dan sedikit demi sedikit balik memukul mundur pasukan kafirin. Kemudian Allah pun menurunkan bala tentara yang tak terlihat (malaikat) dan memberikan bencana kepada kaum kafir di sana.

Kejadian ini begitu penting, sehingga Allah SWT pun mengabadikannya dalam Al Quran Surat At-Taubah ayat 25 hingga 27,

“Sesungguhnya Allah telah menolong kalian (kaum mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kalian menjadi congkak karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kalian sedikit pun; dan bumi yang luas itu telah terasa sempit oleh kalian, kemudian kalian lari ke belakang dengan bercerai-berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurun­kan bala bantuan tentara yang kalian tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. Sesudah itu Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ibrah yang dititipkan Allah melalui peristiwa Hunain sungguh sangat nyata. Ternyata, jumlah bukanlah jaminan kemenangan. Tak ada kemenangan kecuali jika Allah berkehendak menganugerahkannya. Kuantitas semata takkan cukup kuat jika tak diiringi kualitas keimanan yang mumpuni dan terus ditingkatkan. Ujub yang setitik karena kuantitas ternyata dapat membuat bumi terasa sempit bagi kita.

Sudah saatnya memprioritaskan kenaikan level keimanan kita. Insya Allah kemenangan sudah dijanjikan-Nya. Selebihnya kita patut bertanya, “Apa persiapan dan peran yang akan kita ambil dalam menyongsong kemenangan itu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *