Alarm Kenikmatan Itu Berbunyi Ketika …

Pernahkah Anda kehilangan sesuatu?

Kehilangan barang kesayangan, orang terkasih, kesempatan, kesehatan, apapun hal-hal yang kita anggap penting, tentu dapat membuat dada kita menjadi sesak. Meskipun kita menyadari bahwa itu semua adalah titipan dari Allah, tetap saja kita tak bisa memungkiri perasaan khas dari kehilangan itu.

Namun ada pemandangan yang menarik dari fenomena kehilangan ini. Justru dari sanalah kita bisa merasakan kenikmatan.

***

Rasa sehat akan begtu terasa kenikmatannya ketika kita diberikan keadaan sakit. Nikmat berjalan akan begitu terasa kenikmatannya ketika salah satu kaki kita keseleo. Nikmat satu detik akan sangat terasa bagi seseorang yang tertinggal kereta. Nikmat melihat akan begitu terasa nyata ketika sebelah mata kita bengkak berminggu-minggu.

Ketika Allah berikan kegelapan, kita akan merasakan kenikmatan cahaya. Sesuatu hal ternyata kan terasa nikmat jika hal atau manfaat yang melekat padanya hilang.

Namun apakah kita harus selalu menunggu nikmat itu hilang untuk bersyukur secara sadar? Ah, semoga tidak ya, sahabatku…

***

Kehilangan nikmat ternyata adalah alarm yang ampuh ketika kita terlalaikan dengan kenikmatan-kenikmatan yang ada. Maka tak ada lagi alasan untuk menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan dengan segala kenikmatan yang masih sering kita dustakan itu.

Bersyukur adalah salah satu kunci pembuka keajaiban-keajaiban kita yang beriman. Pasangannya adalah bersabar. Jika kita senantiasa menggunakan dua kunci ini sesuai situasi yang tepat, maka kita akan senantiasa tersadar akan nikmat-nikmat Allah tanpa harus menunggu sang alarm berdering kencang menghimpit hati kita.

Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (HR Muslim)

Selamat mencoba dan menikmati segala jamuan Illahi setiap harinya, dengan selalu menyertakan sang syukur dan sang sabar sebagai kunci keajaiban kabar seorang mukmin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *