alquran hafalan madina

Sulit Menghafal Al Qur’an? Coba Metode Praktis Menghafal Al Qur’an dari Imam Mesjid Nabawi Berikut Ini!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Menjadi penghafal Al quran merupakan cita-cita setiap Muslim yang memiliki kecintaan terhadap Al quran. Namun pada prosesnya kadang kita merasa sulit untuk menghafal Al quran.

Sulit saat menambah hafalan, namun begitu mudah hafalan itu hilang, atau kadang malah mudah saat menambah hafalan tapi mudah juga hafalan itu hilang. Apa yang salah? apakah metode kita yang kurang tepat? atau niat kita yang kurang kuat? atau mungkin Al quran memang sulit untuk dipelajari?.

Untuk pertanyaan terakhir rasanya tidak mungkin, karena Allah menegaskan dalam FirmanNya berikut ini

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Surah Al Qamar ayat 17 bahwa Allah memudahkan Al quran untuk dipelajari, salah satu bagian dari mempelajari tersebut adalah dengan menghafalnya. Menghafal Al quran merupakan ibadah jika diniatkan ikhlas hanya karena Allah. Para penghafal Quran juga mendapatkan keutamaan dari Allah yang bisa Anda baca di artikel 8 Keutamaan Penghafal AlQuran yang Akan Membuat Anda Semangat Menghafal Alquran!

Selain semangat yang gigih dan niat ikhlas, metode yang tepat juga sangat dibutuhkan untuk menunjang proses kita dalam menghafal al quran. Berikut salah satu metode praktis menghafal Al quran yang disusun oleh seorang Imam dan Khatib Masjid Nabawi yaitu Dr. Abdul Muhsin Al Qasim. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan Al quran. Teori ini sangat mudah untuk dipraktikkan dan insyaAllah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Berikut ini kami sampaikan contoh praktis dalam mempraktikkannya.
Misal jika ingin menghafalkan surah An Nisa, anda bisa mengikuti teori berikut ini :
1. Bacalah ayat ke-1 sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat ke-2 sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ke-3 sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat ke-4 sebanyak 20 kali.
5. Kemudian, bacalah 4 ayat di atas dari awal hingga akhir sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat ke-5 sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat ke-6 sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ke-7 sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat ke-8 sebanyak 20 kali.
10. Kemudian, bacalah ayat ke-5 hingga ayat ke-8 sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat ke-1 hingga ayat ke-8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya hingga selesai seluruh Al quran. Jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari 1/8 juz agar tidak berat bagi Anda untuk mengulang dan menjaganya.

Cara Menambah Hafalan pada Hari Berikutnya

Jika ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya. Anda harus membaca hafalan lama dari ayat ke-1 hingga ayat terakhir sebanyak 20 kali. Hal ini supaya hafalan tersebut kukuh dalam ingatan Anda. Kemudian, Anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

Cara Mengulang (Muraja’ah) dan Menambah Hafalan Baru

Jangan menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumnya

karena jika Anda menghafal Al quran terus-menerus tanpa mengulanginya terlebih dahulu, kemudian Anda ingin mengulangnya dari awal, hal itu akan terasa berat sekali. Secara tidak disadari, Anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu, cara yang paling baik dalam menghafal Al quran adalah dengan menggabungkan antara mengulang (muraja’ah) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi 2 bagian. Setiap 10 juz menjadi 1 bagian. Jik aanda dalam sehari menghafal 1 halaman, ulangilah dalam sehari 4 halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikankan 10 juz. Jika Anda telah menyelesaikan 10 juz, berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang kembali ayat yang telah dihafal dengan cara setiap hari diulang sebanyak 8 halaman.
Setelah satu bulan mengulang hafalan, mulailah kembali dengan menambah hafalan baru sebanyak 1-2 lembar (disesuaikan dengan kemampuan), dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga Anda bisa menyelesaikan 20 juz. Jika anda telah menghafal 20 juz, berhentilah menghafal selama dua bulan untuk mengulang. Setiap hari, Anda harus mengulang 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, mulailah menghafal kembali setiap harinya 1-2 halaman, bergantung kemampuan. Kemudian, ulanglah yang telah anda hafal setiap hari sebanyak 8 lembar hingga Anda bisa menyelesaikan seluruh Al Quran.

Jika Anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan (setiap harinya 1/juz). Kemudian, pindahlah ke 10 juz berikutnya (setiap harinya diulang ½ juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama). Kemudaiah pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiap harinya mengulang ½ juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

Demikian metode Praktis Menghafal Al quran yang di sampaikan oleh Dr Abdul Muhsin Al Qasim semoga dapat dicoba dan diamalkan dalam keseharian. Setelah menemukan metode yang tepat, tugas berikutnya adalah menemukan konsistensi karena metode sebaik apapun jika tidak diiringi dengan konsitensi atau kontinuitas amal maka hal tersebut akan menjadi sia-sia.
Mari bersama berikhtiar bersama menghafal Al quran dan senantiasa berdoa kepada Allah semoga menjadikan kita bagian dari para Penghafal Kalam SuciNya..Aamiin yaa Rabb.
Allahu a’lam


Was This Post Helpful:

3 votes, 4.67 avg. rating

Share:

Rifqi Nasirul Haq

Leave a Comment