38

[CARA MASUK SURGA BAG 38] Sabar Menghadapi Fitnah Dajjal

Dajjal termasuk fitnah terbesar yang menghampiri manusia sejak Adam diciptakan hingga Allah mewarisi bumi seisinya. Untuk itu, siapa yang sabar menghadapi fitnah dajjal, sabar menghadapi hal- hal luar biasa yang Allah berikan kepada Dajjal sebagai ujian bagi seluruh manusia, ia termasuk penghuni surga.

Hudzaifah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda:

“Dajjal itu mata sebelah kirinya buta, berambut ikal, bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim)

Abu Umamah Al-Bahili menuturkan, “Rasulullah menyampaikan khutbah kepada kami. Beliau sering menuturkan tentang Dajjal dan mengingatkannya kepada kami melalui khutbah- khutbah beliau. Di antara yang beliau sampaikan ialah:

‘Sejak Allah menciptakan keturunan Adam, tidak ada fitnah di bumi ini yang lebih besar daripada fitnah Dajjal. Setiap Nabi yang diutus Allah selalu mengingatkan umatnya akan fitnah Dajjal. Aku adalah nabi terakhir dan kalian adalah umat terakhir.

Dajjal pasti muncul di tengah- tengah kalian, itu tidak mustahil. Jika ia muncul dan aku masih berada di antara kalian, aku adalah pembela bagi setiap Muslim. Jika ia muncul sepeninggalku, maka setiap orang adalah pembela bagi dirinya sendiri, dan Allah menggantikan peranku terhadap setiap Muslim.

Ia akan muncul si sebuah jalan antara Syam dan Irak, kemudian membuat kerusakan di sana- sini. Wahai seluruh hamba Allah, teguhlah di atas agama Allah. Aku akan menyebutkan ciri- cirinya untuk kalian, yang belum pernah disampaikan oleh seorang nabi pun sebelum ku. Ia pertama kali mengatakan, ‘Aku seorang nabi,’ padahal tidak ada nabi setelahku.’ Setelah itu, ia mengatakan, ‘Aku Rabb kalian,’ padahal kalian tidak akan melihat Rabb kalian sebelum kalian meninggal dunia. Dia buta sebelah mata dan Rabb kalian tidak buta sebelah mata, di antara kedua matanya tertulis ‘Kafir’, setiap mukmin bisa membacanya, baik ia bisa baca tulis maupun tidak.

Di antara fitnahnya ialah bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Siapa yang diuji dengan nerakanya, hendaklah memohon pertolongan kepada Allah dan membaca awal- awal surah Al-Kahfi, sehingga api tersebut menjadi dingin dan menyelamatkan, seperti api bagi Ibrahim.

Di antara fitnahnya, ia berkata pada seorang badui, ‘Katakan padaku, bagaimana jka aku menghidupkan kembali ayah dan ibumu, apakah kau mau mengakui bahwa aku ini Rabbmu?’ orang badui tersebut menjawab, ‘Ya.’ Setan kemudian mengubah wujud seperti ayah dan ibunya, lalu keduanya bilang, “Wahai anakku! Ikutilah dia (Dajjal), dia itu rabbmu.’

Di antara fitnahnya, ia berkuasa atas nyawa seseorang. Orang itu lalu ia bunuh dan ia gergaji hingga terbelah menjadi dua, setelah itu Dajjal bilang, ‘Lihatkah hambaku ini! Aku akan menghidupkannya lagi, dan jika ia mengatakan ada Rabb selain aku, aku akan gergaji dia lagi.’ Allah kemudian menghidupkannya lagi kemudian si keji (Dajjal) bilang padanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Ia menjawab, ‘Rabbku Allah dan engkau adalah musuh Allah, kamu Dajjal. Demi Allah, setelah kau membunuhku aku akan semakin tahu tentangmu melebihi saat ini. ‘” (HR. Ibnu Majah).

Abu Sa’id menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Orang itu adalah umatku yang paling tinggi derajatnya di surga.

Di antara fitnahnya, ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, hujan pun turun, serta memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman dan bumi pun mengeluarkan tanaman.

Di antara fitnahnya, ia melintasi suatu perkampungan, lalu penduduk perkampungan tersebut mendustakannya, hingga seluruh hewan yang ada mati.

Di antara fitnahnya, ia melintasi suatu perkampungan, lalu penduduk perkampungan tersebut mempercayainya, lalu ia memerintahkan langit menurunkan hujan dan hujan pun turun. Ia memerintahkan bumi mengeluarkan tanaman hingga seluruh hewan ternak mereka makan sejak saat itu. Semuanya lebih gemuk, lebih tambun, dan lebih melimpah kantong susunya.

Setiap tempat di bumi pasti ia pijak dan ia kuasai, kecuali Makkah dan Madinah. Setiap kali Dajjal memasuki melalui jalan perbukitan kedua tempat ini, ia selalu dihadang para malaikat dengan membawa pedang- pedang terhunus, hingga ia singgah di dekat Zhuraib Ahmar di ujung tanah lembab Madinah, hingga Madinah mengguncang para penduduknya sebanyak tiga kali. Tak seorang munafik lelaki dan perempuan pun yang ada di sana, melainkan pasti menghampiri Dajjal hingga kotoran – kotoran hilang dari Madinah, laksana api membersihkan karatan besi. Hari itu disebut sebagai hari pelepasan.

Ummu Syuraik binti Abu Al-‘Akar bertanya, ‘Wahai Rasulullah, lantas di mana orang- orang Arab saat itu?’

Beliau menjawab, ‘Saat itu, jumlah mereka sedikit, mereka sebagian besar berada di Baitul Maqdis, imam mereka adalah seorang saleh. Saat imam mereka bersiap maju untuk mengimami shalat Shubuh, tanpa diduga Isa putra Maryam turun pada Shubuh hari. Imam tersebut lantas mundur agar Isa maju dan mengimami orang- orang. Isa lantas meletakkan tangannya di antara kedua pundak imam tersebut, lalu bilang kepadanya,’ Majulah dan shalat lah, karena shalat ini diiqamati untukmu. ’Imam mereka kemudian mengimami shalat.

Seusai shalat, Isa mengatakan, ‘Bukalah pintu masjid!’ Pintu pun dibuka, dan di luar sana sudah ada Dajjal bersama 70.000 orang Yahudi, mereka semua memegang pedang dengan riasan kain hijau. Saat Dajjal melihat ke arah Isa, Dajjal meleleh laksana garam larut di dalam air. Dajjal pun lari.

Isa mengatakan, ‘Aku telah memukulmu sekali, karena pukulan itu, kau tidak akan bisa mendahuluiku.’ Isa kemudian menemukan Dajjal di pintu timur Lodd, lalu Isa membunuhnya, dan Allah mengalahkan kaum Yahudi hingga tidak ada suatu makhluk pun yang digunakan orang Yahudi bersembunyi di sana, melainkan makhluk tersebut dibuat Allah bisa berbicara. Setiap batu, pohon, dinding, ataupun hewan, kecuali Gharghad, karena ia adalah pohon Yahudi, pohon ini tidak berbicara, sedangkan semuanya pasti berkata, ‘Wahai hamba Allah, wahai Muslim. Ini ada orang Yahudi, kemarilah lalu bunuhlah dia.’

Rasulullah melanjutkan, ‘Masa Dajjal selama 40 tahun. Satu tahun seperti setengah tahun, satu tahun berikutnya seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, dan hari- hari akhirnya laksana kobaran api. Seseorang di antara kalian berada di pintu gerbang Madinah pada pagi hari, dan baru mencapai pintu gerbang lainnya pada sore hari.’

Ada yang bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami shalat pada masa hari- hari yang pendek waktunya itu?’

Beliau menjawab, ‘Kalian perkirakan shalat pada waktu itu, seperti kalian memperkirakan shalat pada hari-hari yang panjang ini, kemudian kerjakan shalat.’

Rasulullah melanjutkan, ‘Di tengah- tengah umatku, Isa putra Maryam menjadi penguasa yang adil dan imam yang adil, ia menghancurkan salib, menyembelih babi, membatalkan jizyah, dan membiarkan zakat sehingga kambing dan unta tidak didatangi untuk dipungut zakatnya, serta rasa dengki dan benci lenyap. Racun yang ada pada semua hewan berbisa pun lenyap, hingga anak kecil memasukkan tangannya ke mulut ular lalu ular tersebut tidak membahayakannya, anak kecil mengusir singa lalu singa tersebut tidak membahayakannya, dan serigala bagi kawanan kambing ibarat anjing yang menjaganya.

Bumi penuh dengan kedamaian, seperti halnya wadah penuh air. Mereka semua bersatu padu, dan hanya Allah yang diibadahi, tidak ada peperangan, kekuasaan kaum Quraisy dicabut, bumi menjadi laksana wadah perak, mengeluarkan tanaman seperti pada masa Adam, hingga sekelompok orang mengerumuni setangkup delima, lalu mereka semua kenyang, hingga harga seekor kerbau bernilai mahal sekian dan sekian, dan harga seekor kuda bernilai sekian dirham saja.

Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, murah sekali harga kuda.’

Beliau menjawab, ‘Kuda- kuda tidak digunakan untuk perang.’

Seseorang bertanya, ‘Kenapa kerbau harganya mahal sekali?’

Beliau menjawab,’Karena saat itu seluruh bumi ditanami, mengingat tiga tahun sebelum Dajjal muncul, kekeringan menimpa semua orang, saat itu terjadi kelaparan hebat. Pada tahun pertama, Allah memerintahkan langit untuk menahan sepertiga hujan, dan memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tanaman. Kemudian pada tahun kedua, Allah memerintahkan langit untuk menahan dua pertiga hujan, dan memerintahkan dua pertiga tanaman.

Dan pada tahun ketiga Allah memerintahkan langit untuk menahan seluruh hujan, hingga tidak menurunkan satu tetes hujan pun, dan memerintahkan bumi untuk menahan seluruh tanaman, tidak menumbuhkan tanaman- tanaman hijau, hingga semua hewan yang berkuku mati, selain yang dikehendaki Allah.

Beliau menjawab, ‘Tahlil, takbir, tasbih dan tahmid bagi mereka laksana makanan.’” (HR. Ibnu Majah)

Abdurahman Al-Muharibi mengatakan, “Hadits ini perlu disampaikan kepada guru, agar diajarkan kepada anak- anak di tempat- tempat belajar Al-Quran.”

Sumber : buku min Asbab Dukhul al-Jannah karya Yahya az-Zahrani (Diterbitkan oleh PQS Publishing tahun 2012, penerjemah Umar Mujtahid, Lc)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

adminMaster

Leave a Comment