mahar set pernikahan

5 PERSIAPAN MENUJU PERNIKAHAN

Pernikahan adalah momen istimewa dalam hidup manusia. Karena boleh jadi hanya sekali seumur hidup. Selain itu, menikah pun bernilai ibadah.

Menikah itu harus disegerakan, namun bukan berarti tergesa-gesa. Artinya, bagi yang belum, lebih baik mempersiapkannya. Dikutip dari buku Saksikan Aku seorang muslim hal 250-251 karya Salim A Fillah, ada lima hal yang harus dipersiapkan untuk menyambut pernikahan :

  • Persiapan Ruhiyyah (spiritual)

Ini meliputi kesiapan kita untuk mengubah sikap mental menjadi lebih bertanggung jawab, sedia berbagi, meluntur ego, dan berlapang dada. Ada penekanan juga untuk siap menggunakan dua hal hidup yang nyata, yakni sadar dan syukur. Ada kesiapan untuk tunduk dan menerima segala ketentuan Allah yang mengatur hidup kita seutuhnya, lebih-lebih dalam dalam rumah tangga.

  • Persiapan ‘Ilmiyyah Fikriyyah (ilmu-intelektual)

Bersiaplah menata rumah tangga dengan pengetahuan, ilmu, dan pemahaman. Ada ilmu tentang ad-Diin. Ada ilmu tentang berkomunikasi yang ma’ruf kepada pasangan. Ada ilmu untuk menjadi orang tua yang baik (parenting). Ada ilmu tentang penataan ekonomi. Ana banyak ilmu lain.

  • Persiapan Jasadiyyah

Jika memiliki penyakit-penyakit, apalagi berkait dengan kesehatan reproduksi, harus segera diikhtiyarkan kesembuhannya. Keputihan pada akhwat misalnya. Atau gondongan (parotitis) bagi ikhwan. Karena virus yang menyerang kelenjar parotid ini, jika tak segera diblok, bisa menyerang testis.

 

Panu juga harus disembuhkan, he he. Perhatikan kebersihan. Yang lain, perhatikan makanan. Pokoknya harus halal, Thayib, dan teratur. Hapus kebiasaan jajan sembarangan. Tentang pakaian juga, apalagi pada bagian yang pribadi. Kebiasaan memakai dalam yang terlalu ketat misalnya, berefek sangat buruk pada kualitas sperma. Nah.

  • Persiapan maaliyah

Kalau ini, tuntutannya adalah berpenghasilan, bukan bekerja. Minimal ada komitmen ke arah itu dan mampu memberi mahar. Lalu disempurnakan dengan kecerdasaran finansial, menangkap peluang, mengelola sumber daya dan menata anggaran.

  • Persiapan ijtima’iyyah

Artinya, siap untuk bermasyarakat, paham bagaimana bertetangga, mengerti bagaimana bersosialisasi dan mengambil peran di tengah masyarakat. Juga tak kalah penting, memiliki visi misi dakwah di lingkungan.


Was This Post Helpful:

2 votes, 4.5 avg. rating

Share:

adminMaster

Leave a Comment